Bismillahirrahmanirrahim....
Mungkin malam ini saya sedang sedikit ingin menangis dalam diam, merenungi hal kecil yang mungkin luput terperhatikan dalam proses saya mensyukuri segala hal yang Allah, Rabb Ghafuurur Rahim berikan dalam hidup saya hingga detik ini.
Selalu ada teguran di setiap tutur kata.
Selalu ada peringatan di setiap tingkah laku.
Selalu ada lecutan di setiap langkah.
Jangan pernah merasa cukup puas dengan satu hal yang mungkin dalam pandangan Allah sangat jauh dari kata cukup. Dan mungkin tanpa saya sadari, saya lalai dalam hal itu. Malam ini dengan baik hati Allah mengingatkan dan saya hampir saja masih tidak menyadarinya.. astaghfirullah...
Etika, malam ini pikiran saya dibangunkan untuk membuka lebih lebar pemahaman mengenai etika.
Etika, Kondisi, Lingkungan, Orang tua.
Ternyata etika yang saya pegang tidak sepenuhnya teraplikasi, dipengaruhi oleh dua faktor yang saya tulis diatas dalam hubungan dengan orang terdekat secara darah biologis: orang tua.
Seringkali kita telah menempatkan etika kesopanan yang sesuai dan baik di berbagai tempat berbeda: demi menjaga keharmonisan sebuah hubungan sosial, kehormatan orang lain dan memberikan ketenangan bagi satu sama lain. Namun seringkali itu dilakukan hanya dalam batas lingkungan dan hubungan sosial dengan orang lain, yang dapat dikategorikan berjarak dengan kita. Hal itu yang tanpa saya sadari di usia yang orang tua masih katakan muda dan perlu banyak dimatangkan ini, terjadi.
Etika dimulai dari hal yang sederhana. Dan ternyata etika sederhana terhadap orang tua telah luput saya lakukan dan tanamkan dalam diri ini...mungkin-- *setelah merasa selama ini saya dengan angkuhnya menganggap diri anak yang cukup baik :'( ya Rabb, maafkan aku..*
Faktanya, dalam aturan norma di keluarga ini, saat berpapasan melewati keluarga yang sedang melakukan aktifitas apapun, tepat di depan wajah mereka wajib mengatakan "punteun". Sayangnya, malam ini saya lupa dan tidak sengaja melakukan itu saat beranjak cepat menuju dapur dan langsung ditegur habis-habisan, dibilang "sangat tidak sopan" dan saya langsung tersengat. Bukan, bukan karena kata "punteun" itu terlupakan untuk diucapkan, orang tua menjadi sangat jengkel. Bukan demikian, saya rasa ini masalah harga diri. Lebih tepatnya, perasaan orang tua yang entah bagaimana terluka karena merasa tidak dihargai atau dianggap saat saya memapasinya. Saya tahu, saya salah..saya menyesal. Hanya saja mungkin orang tua menganggapnya tidak cukup. Teguran itu berkelanjutan dengan nasihat mengenai etika.
Dahulu, dahulu....saya anak yang sangat diam dan tidak akan menjawab selain kata "ya" diakhir nasihat selesai diucapkan. Namun, semenjak menekuri bangku kuliah saya menjadi lebih terbuka dan berani lebih banyak berbicara di hadapan orang. Ini mungkin memang kesalahan saya yang belum dapat mengatur perkataaan ini dengan baik dan tepat. Saya mengomentari nasihat itu dengan mengatakan saya tahu, saya tidak pernah bermaksud tidak sopan pada siapapun, selama ini saya sudah dan masih terus berusaha menghargai orang lain sebaiknya dan bersikap sopan dengan sebaik mungkin dan mungkin bilamana saya lupa saya langsung meminta maaf. Itu sebuah arogansi..Ya.
Selepas orang tua saya berlalu, saya baru menghela nafas dan berfikir ulang kembali, ya mungkin semua itu telah saya laksanakan namun tidak dalam hubungan dengan orang tua atau keluarga terdekat saya, karenanya...aku malu. Kearogansian idealisme muda saya dalam mengungkapkan perasaan dalam bentuk kata-kata juga perlu dikontrol dengan lebih baik mulai saat ini.
Dan kini saya sedikit bingung apa perubahan dalam diri yang saya rasakan hingga menjadi saya yang sekarang membuat saya menjadi lebih baik apa lebih buruk, saya takut...ya Rabb ya Fattahul 'Alim...jaga aku tetap dalam kerendahan hati dan mohon ampun-Mu, jangan sesatkan aku... amin
Aku rasa sebaiknya shubuh nanti aku meminta maaf kembali secara terbuka dihadapan orangtua ku, agar kesalahpahaman dan kesalahan ini tidak terulang kembali di lain waktu.
Thanks Allah, for the way you slap my face to wake me up and get me back to the right track :')
Showing posts with label catatan kecil. Show all posts
Showing posts with label catatan kecil. Show all posts
Saturday, 1 June 2013
Wednesday, 7 November 2012
Lanjutan: Interpretasi "Urusan" QS. As-Sajdah ayat 5
Hello, lagi~
Sedang menggebu-gebu setelah kemarin meluapkan rasa penasaran soal ayat As-Sajdah yang telah dibahas di postingan yang lalu tentang "segala urusan naik kepada Rabb dalam 1 hari yang kadarnya 1000 tahun" dengan bertanya kepada Ustadz KH Fahmi Basya pada hari Ahad lusa kemarin. ^__^
*sebetulnya ustadz belum kasih jawaban lengkap, tapi suruh aku cek lagi flying book yang pernah Ustadz jelaskan di pertemuan dan seminar-seminar sebelumnya tentang kadar relativitas waktu ini.. hehe jadi pr kamu nih, Han!*
Berdasarkan jawaban singkat Ustadz yang dimaksud segala urusan dalam ayat 5 surat As-Sajdah ini:
Semua urusan di bumi (atau mungkin urusan manusia yang tak kasat mata atau abstrak) itu pasti melebihi kecepatan cahaya melewati durasi masa 1 hari yang terukur 1000 tahun dalam perhitungan kecepatan yang bisa dicapai pengetahuan manusia hingga saat ini.
Maksud dari frasa yang aku cetak tebal dan cetak miring di atas, urusan yang disebut dalam ayat 5 ini tak bisa terlihat oleh panca indera, mengapa begitu? karena kecepatan naiknya urusan ini ke langit menuju Rabb melebihi kecepatan cahaya, dengan durasi 1/1000 tahun hitungan manusia in my opinion... (Ustadz dengan tegas menekankan kata melebihi cahaya ketika menjawab pertanyaan yang kuajukan ^ .^)
Kembali melihat dari segi tatabahasanya. Al'Amr ini menggunakan imbuhan depan Al, semacam article definite The dalam bahasa Inggris. Penjelasan lengkapnya, mengutip dari situs ssq-dla terjemahan al-qur'an kata perkata:
Kalau misal kita mengacu pada Al-Qur'an memang kenyataannya ada hal-hal di bumi ini yang bisa melebihi kecepatan cahaya (hm.. bertentangan dengan teori klasik Einstein bahwa kecepatan tertinggi itu kecepatan cahaya ya.. xp). Buktinya tertera di ayat yang membahas soal dipindahkannya singgasana atau Arsy' Ratu Saba oleh orang yang berilmu kitab yang bisa mengalahkan kesaktian jin Ifrit.[QS. 27:39-40]
Insyaallah di postingan selanjutnya di lain waktu aku coba bahas ini berdasarkan pemahaman yang aku dapat dari training ssq-dla membaca ayat-ayat Qur'an dengan Ustadz selama ini. Salvete! ^_~
Referensi:
http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1348386016&1
http://ssq-dla.com/index.php?option=com_wrapper&view=wrapper&Itemid=98
Sedang menggebu-gebu setelah kemarin meluapkan rasa penasaran soal ayat As-Sajdah yang telah dibahas di postingan yang lalu tentang "segala urusan naik kepada Rabb dalam 1 hari yang kadarnya 1000 tahun" dengan bertanya kepada Ustadz KH Fahmi Basya pada hari Ahad lusa kemarin. ^__^
*sebetulnya ustadz belum kasih jawaban lengkap, tapi suruh aku cek lagi flying book yang pernah Ustadz jelaskan di pertemuan dan seminar-seminar sebelumnya tentang kadar relativitas waktu ini.. hehe jadi pr kamu nih, Han!*
Berdasarkan jawaban singkat Ustadz yang dimaksud segala urusan dalam ayat 5 surat As-Sajdah ini:
Semua urusan di bumi (atau mungkin urusan manusia yang tak kasat mata atau abstrak) itu pasti melebihi kecepatan cahaya melewati durasi masa 1 hari yang terukur 1000 tahun dalam perhitungan kecepatan yang bisa dicapai pengetahuan manusia hingga saat ini.
Maksud dari frasa yang aku cetak tebal dan cetak miring di atas, urusan yang disebut dalam ayat 5 ini tak bisa terlihat oleh panca indera, mengapa begitu? karena kecepatan naiknya urusan ini ke langit menuju Rabb melebihi kecepatan cahaya, dengan durasi 1/1000 tahun hitungan manusia in my opinion... (Ustadz dengan tegas menekankan kata melebihi cahaya ketika menjawab pertanyaan yang kuajukan ^ .^)
Kembali melihat dari segi tatabahasanya. Al'Amr ini menggunakan imbuhan depan Al, semacam article definite The dalam bahasa Inggris. Penjelasan lengkapnya, mengutip dari situs ssq-dla terjemahan al-qur'an kata perkata:
1. kata benda : kata الْأَمْرَ termasuk dalam jenis kata benda.Nah, mungkin contoh segala urusan ini seperti diturunkannya pahala atau rizki untuk manusia; bentuk rizki seperti udara atau asap, atau air dll., bahkan kecepatan partikel terkecil atom dalam kehidupan ini juga kalau gak salah ada melebihi cahaya yang dinamai neutrino...atau mungkin munculnya perasaan juga bisa termasuk ya? seperti perasaan marah, sedih, suka, gembira, sakit... secara perasaan itu hampir serupa seperti ruh yang ditiupkan ke dalam tubuh manusia..abstrak hehehe (agak sok tau nih..astaghfirullah xd) dan saat dibawa kembali naik untuk dilaporkan atau dicatat dan disampaikan kepada Allah sebagai Rabb semesta alam, urusan itu melesat melebihi cahaya kembali naik ke langit. Wallahua'lam....
adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.
2. memiliki kata sandang al : kata sandang al ( اَل ). yang melekat pada kata benda الْأَمْرَ ini memberikan arti bahwa kata benda yang ditunjuk telah jelas, atau paling tidak bahwa kata benda ini pernah dibahas atau diketahui dengan jelas. awalan al ( اَل ) ini dalam bahasa inggris adalah kata sandang the. setiap kata yang menggunakan kata sandang al ( اَل ) tidak pernah memiliki akhiran dengan tanwin.
3. kata benda abstrak : kata الْأَمْرَ ini sering kali digunakan untuk menerangkan kata benda abstrak, yaitu kata benda yang tidak berwujud (artinya bendanya ada tetapi tidak dapat dilihat dengan mata atau tidak dapat diraba dengan panca indra manusia) misalnya kata benda yang beralan pe- atau yang berawalan dan akhiran pe - an (pekerjaan dari kata kerja), ke - an (kesenangan dari kata senang) atau bahkan seperti makhluk-makhluk ciptaan allah yang makhluk tersebut tidak dapat disentuh dengan panca indra.
Kalau misal kita mengacu pada Al-Qur'an memang kenyataannya ada hal-hal di bumi ini yang bisa melebihi kecepatan cahaya (hm.. bertentangan dengan teori klasik Einstein bahwa kecepatan tertinggi itu kecepatan cahaya ya.. xp). Buktinya tertera di ayat yang membahas soal dipindahkannya singgasana atau Arsy' Ratu Saba oleh orang yang berilmu kitab yang bisa mengalahkan kesaktian jin Ifrit.[QS. 27:39-40]
Insyaallah di postingan selanjutnya di lain waktu aku coba bahas ini berdasarkan pemahaman yang aku dapat dari training ssq-dla membaca ayat-ayat Qur'an dengan Ustadz selama ini. Salvete! ^_~
"Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) untuk menjelaskan segala
sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang
yang berserah diri."[66.89]
Referensi:
http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1348386016&1
http://ssq-dla.com/index.php?option=com_wrapper&view=wrapper&Itemid=98
Thursday, 1 November 2012
Tadarus Pagi: As-Sajdah ayat 5 "Urusan dan Waktu"
Pagi ini mencoba merutinkan lagi membaca Al-Qur'an. Malu rasanya pada Allah, aku telah diberi begitu banyak kenikmatan dan kebaikan yang tak terhitung dan merasa diri telah berusaha selalu berbuat baik dan bersyukur ternyata masih kurang sekali (astaghfirullah..) Contohnya? Hal sederhana seperti mensyukuri keberadaan al-Qur'an di kamarku dengan membacanya setiap hari alih-alih dengan congaknya aku mengacuhkan keberadaannya di atas rak bukuku. Syukur berarti memanfaatkan segala sesuatu yang diberikan Pencipta kita dengan sebaik-baiknya. garis bawahi kata sebaik-baiknya, better than best..best-est from best
Sudahkah aku membaca Qur'an setiap hari? Belum.. maka aku sungguh adanya belum benar-benar bersyukur.
Tapi aku masih berusaha dan tidak akan berhenti. Saat aku lupa dan teringat aku kembali. Alhamdulillah..Ya Ghaniyyun Halim, hingga detik ini aku bernafas masih selalu Engkau ingatkan diri untuk meluruskan fikiran dan niat di saat hati mulai melayang tak tentu arah terbawa arus berbagai masalah. :')
Kembali pada topik tadarus yang aku baca pagi ini secara acak, Q.S. As-Sajdah terpilih untuk terbuka lembarannya oleh sapuan tanganku, dimulai dari ayat 1-20. Yang ingin aku cermati disini ayat ke-5 yang berbunyi:
Sudahkah aku membaca Qur'an setiap hari? Belum.. maka aku sungguh adanya belum benar-benar bersyukur.
Tapi aku masih berusaha dan tidak akan berhenti. Saat aku lupa dan teringat aku kembali. Alhamdulillah..Ya Ghaniyyun Halim, hingga detik ini aku bernafas masih selalu Engkau ingatkan diri untuk meluruskan fikiran dan niat di saat hati mulai melayang tak tentu arah terbawa arus berbagai masalah. :')
Kembali pada topik tadarus yang aku baca pagi ini secara acak, Q.S. As-Sajdah terpilih untuk terbuka lembarannya oleh sapuan tanganku, dimulai dari ayat 1-20. Yang ingin aku cermati disini ayat ke-5 yang berbunyi:
"Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu."
Aku garis bawahi dan cetak tebal kata-kata yang paling menarik rasa ingin tahuku dalam ayat ini. Kali ini, aku mencoba melihat dari struktur tata bahasanya berdasarkan susunan kalimatnya. Yang berfungsi menjadi objek dari ayat ini adalah urusan atau 'amr. Karena urusan menjadi objek maka dia pasif dan harus ada subjek yang menjadi agen pelaku tindakan terhadap objek tersebut, dalam ayat ini dengan jelas Allah (Dia) adalah agen pelaku. Jadi menurut aku, secara logika dapat dikatakan bahwa urusan itu dibawa naik kepada Allah. Menariknya, saat aku kembali melihat kosa kata asli bahasa Arab yang tertera dalam ayat ini adalah يَعْرُجُ, suatu bentuk kata kerja aktif atau dalam tata bahasa Indonesia kata kerja berimbuhan me-, me-kan, me-i, atau bila dalam bahasa Inggris merupakan bentuk present tense verb. Dan memang saat membaca terjemahannya berbunyi urusan itu naik bukan dibawa naik. Ini sedikit kontradiktif menurutku karena dengan penggunaan kata kerja ini, urusan berubah fungsi menjadi subjek. Seriously, Ini menggugah rasa penasaran dan membuat aku bertanya:
Urusan seperti apakah yang memiliki kadar seribu tahun dalam perhitungan akal logika manusia yang mana urusan tersebut merupakan suatu urusan yang aktif, dan sepertinya hidup dan dapat bertindak sendiri?
Menilik lebih jauh pada lanjutan ayatnya: 1 hari yang kadarnya 1000 tahun dalam hitungan manusia. Dalam Al-Qur'an ada beberapa ayat lain yang menyinggung soal relativitas waktu disisi Tuhan diperbandingkan dengan kadar relativitas waktu dalam kemampuan perhitungan akal manusia. Contohnya,
a. QS Al Ma’arif (70: 4)
"Naiknya malaikat dan ruh kepadaNya dalam waktu sehari yang kadarnya 50.000 tahun."
b. QS Al Hajj (22: 47)
"Sesungguhnya sehari di sisi Rabb-mu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu."
Dari 3 ayat diatas dapat dilihat keterkaitan hubungannya dengan waktu dan yang bisa kuinterpretasikan:
- Akan ada masa suatu hari bagi manusia dimana 1 hari =1000 tahun
- Urusan membutuhkan/bergerak melewati relativitas waktu 1 hari=1000 tahun untuk naik pada Rabb nya.
- Malaikat dan Ruh membutuhkan/bergerak melewati waktu 1 hari=50000 tahun untuk naik di sisi Rabb nya.
Kembali menyorot pada ayat 5 surat As-sajdah, jika diketahui bahwa ruh dan malaikat telah difirmankan Allah membutuhkan waktu 50000 tahun dalam hitungan manusia, aku menyimpulkan bahwa urusan yang disebut dalam ayat ini bukan jiwa makhluk hidup yang telah mati, karena manusia atau makhluk hidup yang meninggal ruh nya lah yang bergerak naik dan Allah menegaskannya dalam Al-Hajj ayat 4 tsb. *ehm, bentar.. kalau binatang atau tanaman itu punya ruh juga ga ya? O.o heheu jadi curious juga takut salah persepsi*
Apakah mungkin urusan tersebut hal lain yang bersifat aktif selain makhluk hidup yang manusia ketahui memiliki nyawa dan aktif, atau apa?
Terlebih, urusan tersebut bergerak antara langit dan bumi dan dia berawal dari langit menuju bumi...
Hal lain ini bisa apa saja, sesuatu yang mungkin diluar nalar manusia tetapi bisa jadi masih dapat diterima nalar manusia.
Jadi, apakah sebenarnya Urusan itu?
Wallahua'lam... ^_^
Sunday, 16 September 2012
Ahad, Malas .. serrrr
Hari Ahad.
Kenapa bukan Minggu?
Sejak saya mengetahui makna hari Ahad, saya menetapkan hati menggunakan kata Ahad (pengecualian saat berhadapan dengan lawan bicara yang berbeda keyakinan agama saya tetap menggunakan istilah umum Minggu). *jadi keinget kajian Deklarasi Ahad dari Ust. Fahmi :')*
Sekarang Ahad, dan orang-orang biasanya bakal menikmati kelenggangan waktu menjelang hari Senin sibuk, meski mungkin bagi para aktivis diluaran sana tiada hari libur untuk berleha-leha, tiap hari dinikmati untuk bekerja beraktivitas demi kepentingan yang ditargetkannya masing-masing.^^
Hm... kalau boleh jujur memang lebih baik setiap hari diisi aktivitas yang bermanfaat. Didalam Islam menyia-nyiakan waktu itu kan merugi (sepertinya diajaran yang lain juga begitu Han..wallahu'alam). Tapi yang namanya sifat 'Kasal' atau 'Malas' itu memang jeli sekali melihat celah-celah kelengahan manusia untuk menghasutnya berlena dibuai waktucontohnya sekarang aja saya belum beranjak mandi. Dan secara tidak langsung waktu dikambinghitamkan oleh diri manusia ini. Astaghfirullah... -_-
Nah, pembelaan! Saya berniat mandi setelah menulis sekata-dua kata-tiga kata dan seterusnya... disini. Setelahnya, saya harus bersiap karena sore ini hari pertama saya mengikuti driving course lagi (I'd been doing it once in the past but not finished yet..)
Dan perasaan pertama kali hendak berlatih lagi ituuu dug dug serrrr banget..^__^
Seperti pagi ini, saya langsung panik dan mulai "jangar" gara-gara no.Hp Instrukturnya invalid dan tidak bisa dihubungi, teledornya saya ga ngeh diatas no.Hp yang ditulis ada no. lembaganya (padahal telepon ke situ aja, Haaanceu...) hehehe. Allah, please give me strength and confident to live my day today..bismillah!
P.S. Ih, bahasa gw tumben baku...hahaha
Kenapa bukan Minggu?
Sejak saya mengetahui makna hari Ahad, saya menetapkan hati menggunakan kata Ahad (pengecualian saat berhadapan dengan lawan bicara yang berbeda keyakinan agama saya tetap menggunakan istilah umum Minggu). *jadi keinget kajian Deklarasi Ahad dari Ust. Fahmi :')*
Sekarang Ahad, dan orang-orang biasanya bakal menikmati kelenggangan waktu menjelang hari Senin sibuk, meski mungkin bagi para aktivis diluaran sana tiada hari libur untuk berleha-leha, tiap hari dinikmati untuk bekerja beraktivitas demi kepentingan yang ditargetkannya masing-masing.^^
Hm... kalau boleh jujur memang lebih baik setiap hari diisi aktivitas yang bermanfaat. Didalam Islam menyia-nyiakan waktu itu kan merugi (sepertinya diajaran yang lain juga begitu Han..wallahu'alam). Tapi yang namanya sifat 'Kasal' atau 'Malas' itu memang jeli sekali melihat celah-celah kelengahan manusia untuk menghasutnya berlena dibuai waktu
Nah, pembelaan! Saya berniat mandi setelah menulis sekata-dua kata-tiga kata dan seterusnya... disini. Setelahnya, saya harus bersiap karena sore ini hari pertama saya mengikuti driving course lagi (I'd been doing it once in the past but not finished yet..)
Dan perasaan pertama kali hendak berlatih lagi ituuu dug dug serrrr banget..^__^
Seperti pagi ini, saya langsung panik dan mulai "jangar" gara-gara no.Hp Instrukturnya invalid dan tidak bisa dihubungi, teledornya saya ga ngeh diatas no.Hp yang ditulis ada no. lembaganya (
Wish me luck, aye! (berasa ngeiklanin merk xp)
P.S. Ih, bahasa gw tumben baku...hahaha
Saturday, 15 September 2012
Catatan kecil
Baru pulang dari pasar....dan tau apa yang terjadi??
Badanku mendadak menggigil entah apa sebabnya dan tulang-tulangku ngilu...(ga penting sih??-_-)
Yak, intinya hari ini detik ini tepatnya 9:17 am WLS menurut Waktu Laptop Saya, tiba-tiba ingin bikin kue cucur di blog. (curhat maksudnya..)
Haha, tau deh sebenarnya ingin nangis soalnya ini badan mendadak berasa remuk padahal mood lagi in high rate. Dan kalau udah kerasa kaya gini suka was-was sendiri. Ya Rabb ya Qawiyyun 'Aziz, sehatkan badanku..jauhkan aku dari prasangka tak berarti yang malah membuatku makin lemah. Amin :')
Hari ini shaum lagi, tadi beli ke pasar buat bahan-bahan masak ifthar nanti maghrib. Mungkin nanti kalau badan udah berasa mendingan ya bakal aku post di wordpress nanti menu-menu makanan yang bakal aku masak. ^^v (still prefer.. nge-Linggis ria disana hehe)
Anyway, Senangnya weekend itu adalah satu-satunya kesempatan saya bisa menghabiskan waktu bersama Aa saya di rumah, terlepas dari lingkaran kesibukan masing-masing yang selalu berputar 5 hari 5 malam. Tapi..mendadak ini badan ngedrop diluar dugaan dan bikin---- (heh, haney jangan ngeluh..) eh iya, haha ga jadi deh...
Ohya, tadi pagi kan ngecek update bbm, kakak ipar saya yang berinisial Y, mulai mengeluarkan kritiknya soal tv burung rajawali..eh apa elang ya? (tapi kalo elang kebayangnya yang di pilem2 indosiar ituu #naon) haha pokoknya begitulah, yang berlogo kepala 'burung-yang-entah-itu-elang-atau-rajawali-ga-pernah-ada-label-namanya-juga-sih' tentang dugaan yang memojokkan bahwa rohis sebagai salah satu sumber munculnya teroris (whaa, yang bener? buktinya apaa?) Hm... :[
Intinya, kalau aku mensinyalir dari update-an stat bbm kakak ipar yang ngupdate semenit sekali itu intinya dia kesel banget sama itu tv berlogo kepala 'burung-yang-entah-itu-elang-atau-rajawali-ga-pernah-ada-label-namanya-juga-sih' yang dengan dangkalnya langsung main tuduh gitu aja.
In my perception, berarti secara tidak langsung media itu sudah membentuk mitos baru bagi para publik awam untuk percaya bahwa rohis itu merupakan salah satu sarang munculnya teroris (astaghfirullah...) Wallahu'alam sih apa motif dibalik media membuat statemen seperti itu.
Eh..berbarengan dengan itu pas buka timeline twitter dan saya lagi di mobil mendengarkan radio bareng aa yang lagunya Melinda- aw aw (pliss lah ini lagu nggak sesuai banget momennya!?!)
nah, adalah itu seorang teman cyber saya berinisial N yang sedang membahas hal yang sama soal si stasiun tv berlogo kepala 'burung-yang-entah-itu-elang-atau-rajawali-ga-pernah-ada-label-namanya-juga-sih' di timeline. Dia mengutarakan kritikan yang sama dengan kakak ipar berinisial Y. Dan... setengah jam kemudian (tau dari mana setengah jam? tau deh, gw cuma ngira-ngira^^') pas banget lagi masak oseng-oseng daging cincang dan sambil panasin minyak, aku buka timeline lagi, eh... ada temen sd inisial S yang lagi mengutarakan hal yang sama.
So, intinya hari ini itu stasiun TV lagi senang membuat kontroversi yang kalau secara nggak langsung ini adalah "pengalih perhatian". Hm, perasaan polanya sama dari tahun ke tahun menjelang banyak pemilu entah gubernur, bupati, partai presiden, adaaa aja pengalihan isu-isu yang membuat fokus masyarakat terbelah. Pemecahan fokus pikiran terhadap ragam isu yang memicu peningkatan emosi masyarakat itu pastinya didalangi oknum berkedudukan tinggi aka authority power dibelakangnya kan yaaa... (so tauuu xp)
dan kalau boleh aku bilang...no offense ya cuma kue cucur saya di blog ini... semua ini cuma sirkulasi paradigma Liberal Kapitalis yang memuakkan! dan saya bosan dengan hal itu titik. tapi tetep aja ya masih belum bisa lepas dari jeratannya T____T #sigh
Subscribe to:
Posts (Atom)